PLN Terbitkan Sukuk Ijarah

Posted by | Posted in , | Posted on 23.31

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bakal menerbitkan obligasi XII 2010 senilai Rp 2,5 triliun dan menerbitkan sukuk ijarah V 2010 dengan seluruh sisa imbalan ijarah maksimal Rp 500 miliar. Dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk ijarah tersebut akan digunakan seluruhnya untuk mendanai kegiatan investasi jaringan distribusi tenaga listrik.

Obligasi yang diterbitkan tanpa warkat, terdiri atas dua seri, yakni seri A berbunga tetap dengan jangka waktu lima tahun. Sedangkan obligasi seri B, berbunga tetap dengan jangka waktu 12 tahun, hal itu tertuang dalam prospektus perseroan yang dipublikasikan di Jakarta, Selasa (15/6). Obligasi ditawarkan dengan nilai 100 persen dari jumlah pokok obligasi. Kupon obligasi dibayarkan setiap triwulan, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi.
Sementara, untuk sukuk ijarah juga terdiri atas dua seri. Sukuk ijarah seri A dengan imbalan ijarah sebesar Rp 1 miliar berjangka waktu lima tahun dan seri B (senilai sama dengan seri A) berjangka waktu 12 tahun. Sukuk ijarah juga ditawarkan dengan nilai 100 persen dari sisa imbalan ijarah. Imbalan ijarah juga dibayarkan setiap triwulan.
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan peringkat AA+ untuk obligasi PLN XII dan sukuk ijarah PLN V. Bertindak, sebagai penjamin pelaksana (underwriter) emisi obligasi dan sukuk ijarah, dari perusahaan pelat merah itu, diantaranya PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Securities Tbk.

Sumber : Republika.co.id

Al-Ijarah Bakal Masuki Bisnis Home Appliances

Posted by | Posted in , | Posted on 23.30

Al-Ijarah Financing bakal mengekspansi bisnis pada sektor home appliance (alat rumah tangga). Ini bakal dilakukan perusahaan pembiayaan tersebut pada 2013 atau 2014 nanti.
Direktur Al-Ijarah, Herbudhi S Tomo, menyebutkan pemain yang sedikit membuat Al-Ijarah tertarik dengan bisnis ini. “Ada pemainnya, tapi belum banyak,” katanya.

Ia menilai home appliance memiliki potensi yang amat besar untuk digarap. Selain jangka waktu pembiayaan cukup singkat, bisnis ini memiliki margin yang cukup tinggi.
Al-Ijarah nantinya akan memfokuskan pembiayaan ini pada sejumlah produk. Mulai dari televisi, telepon genggam, dan beberapa alat elektronik lainnya.
Herbudhi mengaku para karyawan dan buruh menjadi target pasar. “Meski demikian, kami masih akan kaji lebih lanjut,” katanya.
Al-Ijarah memiliki 16 cabang. Mereka tersebar di sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Bogor, Banjarmasin, Mataram dan Palembang.

Sumber : Republika

Lahirnya Indeks Saham Syariah

Posted by | Posted in | Posted on 23.29

Setelah memperoleh fatwa No. 80 tentang Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler atau Mekanisme Syariah Perdagangan Saham, kini Bursa Efek Indonesia (BEI) telah meluncurkan indeks saham syariah.
Hal ini diungkapkan Direktur Pengembangan BEI Friderica Widyasari Dewi, kala ditemui saat Peluncuran Fatwa Mekanisme Syariah Perdagangan Saham, Fatwa DSN-MUI Nomor 80 dan Indeks Saham Syariah Indonesia, di JW Mariot, Kuningan, Jakarta, Kamis (12/5/2011).

“Dengan adanya fatwa DSN-MUI No 80 ini, maka perdagangan saham syariah memiliki dasar hukum fikih yang kuat. Sehingga mekanisme lelang berkelanjutan (continous auction) yang dilakukan BEI dalam transaksi efek bersifat ekuitas di pasar reguler telah sesuai dengan prinsip syariah,”ungkapnya.
Dengan adanya indeks saham syariah, masyarakat tak perlu resah lagi dengan pemahaman bahwa bertransaksi di pasar modal termasuk gharar. Fatwa No 80 menjadi dasar bertransaksi di pasar modal syariah adalah halal.
Peluncuran indeks saham syariah ini juga diharapkan akan meningkatkan jumlah investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Hal tersebut diyakini karena sistem syariah yang terbilang aman, sehingga pada nantinya bukan pengusaha muslim saja tetapi pengusaha nonmuslim pun dapat berinvestasi.

Sumber : PKES Interaktif

Paling banyak dikunjungi